Minggu, 14 November 2010

Metode Penelitian Administrasi Yang Membuatku gak tidur satu malaman, MAKASIH YAH

Variabel Penelitian dan Skala Pengukuran

Mata Kuliah Konsentrasi

Samuel Lumban gaol

07081001036

Ilmu Administrasi Negara-Universitas Sriwijaya

1. Analisis Proses Kebijakan Publik

No

Variabel Penelitian

Variabel terpengaruh

Variabel pengaruh

Variabel Kontrol

1

Formulasi Kebijakan

Isu publik, Masalah publik

Negoisasi

Tingkat Kesejahteraan

Tingkat Ekonomi

Agenda Publik

Alternatif Kebijakan

2

Implementasi Kebijakan

Sumber Daya

Komunikasi

Disposisi atau Pelaksana

Tingkat Pendidikan,

Tingkat Kewenangan,

Tingkat Kepatuhan

Tingkat Kinerja,

Tingkat Efisiensi,

Tingkat keluaran(outcome)

Implementasi Kebijakan

3

Evaluasi Kebijakan

Efektivitas

Kecukupan

Pemerataan

Tingkat kinerja

Tingkat Pelayanan

Tingkat Efisiensi

Tingkat Keluaran

Pertumbuhan ekonomi

Keadilan distribusi

Prefernsi warganegara

Proposisi Analisis Proses Kebijakan Publik

I. Formulasi Kebijakan

a. Formulasi Kebijakan dipengaruhi oleh pengumpulan dan analisis informasi yang berhubungan dengan masalah yang bersangkutan atau isu publik (Drs. AG Subarsono Msi,MA, Analisis Kebiajkan Publik(Konsep, Teori, dan Aplikasi), Pustaka Pelajar, 2005,hal 12)

b. Formulasi kebijakann dipengaruhi Masalah Publik yang sudah masuk dalam agenda kebijakan kemudian dibahas oleh para pembuat kebijakan (William Dunn. Pengantar Analisis Kebijakan Publik, 1998, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Hal: 24)

c. Formulasi kebijakan dipengaruhi oleh dibangunnya dan dilakukanya negoisasi, sehingga sampai pada kebijakan yang dipilih (Drs. AG Subarsono Msi,MA, Analisis Kebiajkan Publik(Konsep, Teori, dan Aplikasi), Pustaka Pelajar, 2005,hal 12)

II. Implementasi Kebijakan

a. Implementasi kebijaka dipengaruhi oleh adanya dukungan sumberdaya dalam organisasi publik. (Drs. AG Subarsono Msi,MA, Analisis Kebiajkan Publik(Konsep, Teori, dan Aplikasi), Pustaka Pelajar, 2005,hal 12)

b. Keberhasilan kebijakan dipengaruhi oleh pengetahuan implementor akan apa yang harus dilakukan melalui komunikasi ((Drs. AG Subarsono Msi,MA, Analisis Kebiajkan Publik(Konsep, Teori, dan Aplikasi), Pustaka Pelajar, 2005,hal 90)

c. Dukungan sumberdaya dalam organisasi menentukan penyusunan organisasi pelaksana kebijakan. (Drs. AG Subarsono Msi,MA, Analisis Kebiajkan Publik(Konsep, Teori, dan Aplikasi), Pustaka Pelajar, 2005,hal 12)

III. Evaluasi Kebijakan

a. Evaluasi kebijakan dipengaruhi oleh evektivitas pencapaian hasil yang diinginkan (William Dunn. Pengantar Analisis Kebijakan Publik, 1998, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Hal:610 )

b. Evaluasi kebijakan dipengaruhi oleh kecukupan meliputi biaya dan waktu dalam pencapaian hasil yang diinginkan dalam memecahkan masalah(William Dunn. Pengantar Analisis Kebijakan Publik, 1998, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Hal:610 )

c. Evaluasi kebijakan dipengaruhi pemerataan biaya dan manfaat yang didistribusikan dengan merata kepada kelom pok-kelompok yang berbeda. (William Dunn. Pengantar Analisis Kebijakan Publik, 1998, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Hal:610 )

Dari proposisi diatas maka ditemukan hubungan asismetris dimana satu variabel mempengaruhi variabel lain yaittu Hubungan Asimetris dan Variabel, Hubungan disposis dan respon, Ciri individu dan tingkah laku.

Analisis Tingkat Pengukuran Variabel Kontrol Variasi Nilai

Pengamatan Mata Kuliah Analisis Proses Kebijakan Publik

P

E

N

Gx

A

M

A

T

A

N

Variabel Kontrol

Skala Nominal

Skala Ordinal

Skala Interval

Skala Rasio

Tingkat Ekonomi

Tingkat Pendidikan,

Tingkat Kewenangan,

Tingkat Kepatuhan

Tingkat Kinerja,

Tingkat Efisiensi,

Tingkat keluaran(outcome)

SD,SMP,SMA,

MAHASISWA

Atas, menengah bawah

Tinggi, Rendah

Tinggi, Rendah

Baik, Buruk

Tepat, Tidak tepat

Tinggi, Rendah

2. Kebijakan Perencanaan Pembangunan

No

Variabel Penelitian

Variabel terpengaruh

Variabel Pengaruh

Variabel Kontrol

1

Kesejahteraan Rakyat

Kondisi SDA, Kondisi Ekonomi,

Kondisi Sosial Budaya

Tingkat pendidikan, Kesehatan, Kesejahteraan,

Sumber daya manusia, Potensi, Arah dan Proritas

2

Kualitas Sumberdaya Manusia

Produktivitas,

Kompetensi, Pengembangan

Tingkat Kinerja, Tingkat Ekonomi, Tingkat Pendidikan

Strategi Pembangunan Daerah, Arah kebijakan umum, arah kebijakan keuangan daerah, program prioritas.

3

Reformasi Birokrasi

Sumberdaya Manusia,

Pemberdayaan

Transparansi

Tingkat pendidikan

Tingkat Evektivitas

Tingkat Efisiensi

Tingkat Kepuasaan Publik

Pelayanan Publik, program prioritas

Proposisi Kebijakan Perencanaan Pembangunan

I. Kesejahteraan rakyat

a. Kesejahteraan rakyat dipengaruhi oleh sumberdaya alam yang dikembangkan oleh pemerintah yang mampu mengankat diri dari lembah kemiskinan (Prof.H.Bintoro Tjokroamidjojo, Teori Strategis Pembangunan Nasional, PT Gunung Agung, 1983, hal 80)

b. Kesejahteraan rakyat dipengaruhi oleh keadaan ekonomi melalui perluasan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi sehinga memungkinakan peningkatan penghasilan penduduk (Prof.H.Bintoro Tjokroamidjojo, Teori Strategis Pembangunan Nasional, PT Gunung Agung, 1983, hal 82)

c. Kondisi sosial budaya menentuka kesejahteraan rakyat sebab merupakan suatu rangkaian proses dari sebuah pertumbuhan ekonomi (Prof.H.Bintoro Tjokroamidjojo, Teori Strategis Pembangunan Nasional, PT Gunung Agung, 1983, hal 26)

II. Kualitas Sumber Daya Manusia

a. Kualitas Sumber Daya Manusia dipengaruhi oleh produktivitas nasional melalui perbaikan mutu, kewirausahaan, lapangan kerja baru. (Prof.H.Bintoro Tjokroamidjojo, Teori Strategis Pembangunan Nasional, PT Gunung Agung, 1983, hal 44)

b. Kualitas Sumber Daya Manusia dipengaruhi oleh kompetensi melalui profesionalitas dan kecerdasan didalam pemerintahan yang mampu menerjemahkan kebijakan publik ke lanmgkah operasioanl yang kreatif dan inovatif ((Prof.H.Bintoro Tjokroamidjojo, Teori Strategis Pembangunan Nasional, PT Gunung Agung, 1983, hal 62)

c. Pengembangan Sumber Daya Manusia menentukan Kualitas sumber daya manusia melalui adanya diklat, pembatasan usia PNS, pelatihan teknis dan manajerial (Prof.H.Bintoro Tjokroamidjojo, Teori Strategis Pembangunan Nasional, PT Gunung Agung, 1983, hal 74)

III. Reformasi Birokrasi

a. Reformasi Birokrasi dipengaruhi oleh peran sumberdaya manusia melalui sumberdaya aparatur (Pegawai Negeri Sipil) sebagai key leverage (tuas kunci) (Agustinus Sulityo Tri Putranto, Governance Reform di Indonesia, Penerbit Grava Media, 2009, hal 130)

b. Reformasi Birokrasi dipengaruhi oleh pemberdayaan atau energizing yang membangkitkan kapabilitas dinamis organisasi melalui penciptaan ideologi kerja dan emmbangun manajemen kolaboratif untuk menciptakan networking (Fadel Muhhamad, Governance Reform di Indonesia, Penerbit Grava Media, 2009, hal 111

c. Transparansi menentukan reformasi birokrasi melalaui pemastian setiap orang mendapatkan informasi yang sama mengenai fakta dan data yang ada. (Agus Dwiyanto, Teori Strategis Pembangunan Nasional, PT Gunung Agung, 1983, hal 248)

Dari proposisi diatas maka ditemukan hubungan asismetris dimana satu variabel mempengaruhi variabel lain yaittu Hubungan Asimetris dan Variabel, Hubungan disposis dan respon, Ciri individu dan tingkah laku.

Tingkat Pengukuran Variabel Pengaruh Variasi Nilai

Pengamatan Mata Kuliah Kebijakan Perencanaan Pembangunan

P

E

N

G

A

M

A

T

A

N

Variabel Kontrol

Skala Nominal

Skala Ordinal

Skala Interval

Skala Rasio

Tingkat Kinerja, Tingkat Ekonomi,

Tingkat pendidikan

Tingkat Kesehatam

SD,SMP,SMA,SI,S2,S3

Baik, Buruk

Atas, menengah bawah

Baik, Buruk

3. Kebijakan Otonomi Daerah

No

Variabel Penelitian

Variabel terpengaruh

Variabel Pengaruh

Variabel Kontrol

1

Desentralisasi

Efisiensi, Efektivitas, Inovasi

Tingkat Kesejahteraan

Tingkat Kinerja

Pemerintah Daerah, DPR,

2

Pengembangan Sumberdaya Manusia

Produktivitas,

Kompetensi, Pengembangan

Tingkat Kinerja, Tingkat Ekonomi, Tingkat Pendidikan

Pemerintah Pusat

3

Optimalisasi peran Pemerintahan Daerah

Kompetensi

Kerjasama

Tenaga Ahli

Tingkat pendidikan

Proposisi Variabel Penelitian Mata Kuliah Otonomi Daerah

I. Desentralisasi

a. Desentralisasi dipengaruhi oleh efisiensi kerja pemerintah melalui pendelegasian kewenangan dan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan (Drs. Bambang Yudhoyono, M.Si, Otonomi Daerah, Sinar Harapan, 2001, hal 22)

b. Desentralisasi dipengaruhi efektivitas kerja pemerintah melalui kecepatan aparatur daerah dalam mencarikan jawaban atas permasalahan dan pemecahannya(Drs. Bambang Yudhoyono, M.Si, Otonomi Daerah, Sinar Harapan, 2001, hal 22)

c. Desentralisasi dipengaruhi oleh inovasi penggalian opetnsi baru yang mendukung pelaksanaan urusan pemerintah (Drs. Bambang Yudhoyono, M.Si, Otonomi Daerah, Sinar Harapan, 2001, hal 22)

II. Pengembangan Sumber Daya Manusia

a. Pengembangan Sumber Daya Manusia dipengaruhi oleh produktivitas nasional melalui perbaikan mutu, kewirausahaan, lapangan kerja baru. (Prof.H.Bintoro Tjokroamidjojo, Teori Strategis Pembangunan Nasional, PT Gunung Agung, 1983, hal 44)

b. Pengembangan Sumber Daya Manusia dipengaruhi oleh kompetensi melalui profesionalitas dan kecerdasan didalam pemerintahan yang mampu menerjemahkan kebijakan publik ke lanmgkah operasioanl yang kreatif dan inovatif ((Prof.H.Bintoro Tjokroamidjojo, Teori Strategis Pembangunan Nasional, PT Gunung Agung, 1983, hal 62)

c. Pengembangan Sumber Daya Manusia menentukan Kualitas sumber daya manusia melalui adanya diklat, pembatasan usia PNS, pelatihan teknis dan manajerial (Prof.H.Bintoro Tjokroamidjojo, Teori Strategis Pembangunan Nasional, PT Gunung Agung, 1983, hal 74)

III. Optimalisasi Peran Pemerintah Daerah

a. Optimalisasi peran Pemerintahan Daerah dipengaruhi oleh kompetensi melalui study banding baik di dalam dan luar negri. (Drs. Bambang Yudhoyono, M.Si, Otonomi Daerah, Sinar Harapan, 2001, hal 56)

b. Optimalisasi peran Pemerintahan Daerah dipengaruhi oleh kerjasama antar lembaga legislatif (Drs. Bambang Yudhoyono, M.Si, Otonomi Daerah, Sinar Harapan, 2001, hal 56)

c. Optimalisasi peran Pemerintahan Daerah dipengaruhi tenaga ahli yang mendukung kelencaran pelaksanaan tugas pemerintah daerah. (Drs. Bambang Yudhoyono, M.Si, Otonomi Daerah, Sinar Harapan, 2001, hal 58)

Dari proposisi diatas maka ditemukan hubungan asismetris dimana satu variabel mempengaruhi variabel lain yaittu Hubungan Asimetris dan Variabel, Hubungan disposis dan respon, Ciri individu dan tingkah laku.

Tingkat Pengukuran Variabel Pengaruh Variasi Nilai

Pengamatan Mata Kuliah Mata Kuliah Kebijakan Otonomi Daerah

P

E

N

G

A

M

A

T

A

N

Variabel Kontrol

Skala Nominal

Skala Ordinal

Skala Interval

Skala Rasio

Tingkat Kinerja, Tingkat Ekonomi, Tingkat Pendidikan

Tingkat Kesejahteraan

SD,SMP,SMA.,MAHASISWA

Baik, Buruk

Atas, Menengah, Bawah

TinggI, Rendah

Judul Penelitian

Judul Penelitian : IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA PALEMBANG NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PENDAFTARAN DAN PENCATATAN SIPIL (STUDI KASUS DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KOTA PALEMBANG)

Kata Metodologi: Implementasi

Implementasi adalah Serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dalam melaksanakan peraturan pemerintah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Subarsono, AG.2005. Analisis Kebijakan Publik. Pustaka Pelajar.Yogyakarta, hal 87

Variabel Penelitian : Peraturan Daerah No 25 Tahun 2008

Variabel

Defenisi

Variabel terpengaruh

Variabel pengaruh

Skala

a.Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2008

Serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dalam melaksanakan peraturan pemerintah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan

1. Sumber daya

1.Tingkat Pendidikan

2.Kewenangan

3.Fasilitas atau sarana prasarana yang tersedia

4.Informasi atau alur penyampaian peraturan baru

1. –SD

-SMP

-SMA

2. –Besar

-Sedang

-Kecil

3. –baik

-Sedang

-tidak baik

4. -baik

-sedang

-tidak baik

2. Komunikasi

1.Aktifitas Komunikasi internal dan eksternal pada Organisasi pelaksana

2.Proses penyampaian peraturan pada tingkat Kecamatan

1. –lancar

-sedang

-tidak lancar

2. -lancar

-sedang

-tidak lancar

3.Disposisi atau sikap pelaksana

1.Tanggapanpimpinan dan staf DISDUKCAPIL terhadap kegiatan Perda No 25 Tahun 2008

-Pengetahuan, pemahaman, dan pendalaman implementator

-Kepatutan agen pelaksana terhadap sanksi

1. –baik

-sedang

-tidak baik

2.-baik

-sedang

-tidak baik

-baik

-sedang

-tidak baik

4.Struktur Birokratik

-SOP/ prosedur atau mekanisme kerja

-proses penyiapan dan berkas pencatatan sipil

-Fragmentasi atau penyebaran tanggung jawab

-baik

-sedang

-tidak baik

-baik

-sedang

-tidak baik

-baik

-sedang

-tidak baik

Preposisi Impelemntasi Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2008

1. Komunikasi

Agar implementasi berjalan efektif, maka pihak-pihak yang memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan keputusan harus mengetahui bahwa apa yang harus mereka lakukan. Perintah-perintah untuk mengimplementasikan kebijakan harus disampaikan kepada orang-orang yang tepat secara jelas, akurat dan konsisten. Ketentuan pelaksanaan peraturan pemerintah kota palembang nomor 25 tahun 2008 tentang persyaratan dan tata cara pendaftaran dan pencatatan sipil (studi kasus di dinas kependudukan dan catatan sipil kota palembang), membutuhkan komunikasi yang harus jelas agar tercapainya tujuan yang diamanatkan dari kebijakan tersebut dengan kondisi yang begitu panjang sampai tingkat pemerintahan desa. Bagaimana bentuk sosialisasi, pemahaman implementator, serta koordinasi antar instansi yang dilakukan merupakan bentuk komunikasi dalam tercapainya tujuan dari pp tersebut. ((Drs. AG Subarsono Msi,MA, Analisis Kebiajkan Publik(Konsep, Teori, dan Aplikasi), Pustaka Pelajar, 2005,hal 87)

2. Sumber daya

jika orang yang bertanggung jawab untuk menjalankan kebijakan kekurangan sumber daya untuk bekerja efektif, maka implementasi tidak akan efektif. Sumber daya yang penting meliputi: jumlah staf yang memadai dan dengan keahlian yang diperlukan; informasi yang relevan dan memadai tentang bagaimana mengimplementasikan kebijakan dan kepatuhan pihak lain yang terlibat dalam implementasi; wewenang untuk menjamin bahwa kebijakan-kebijakan dijalankan sesuai tujuan; fasilitas (meliputi gedung, peralatan, tanah dan suplai) untuk menyediakan jasa.

a. Staf

sumber daya yang paling penting dalam mengimplementasikan kebijakan adalah staf, tidak hanya dilihat dari jumlahnya, tetapi juga melihat kemampuannya untuk menjalankan tugas.

b. Informasi

informasi adalah sumber daya kedua dalam implementasi kebijakan. Informasi ini memiliki dua bentuk. Pertama adalah informasi mengenai bagaimana menjalankan kebijakan. Pelaksanaan perlu mengetahui apa yang harus dilakukan ketika mereka diberikan arahan-arahan untuk bertindak. Bentuk kedua adalah data tentang kepatuhan pihak lain terhadap aturan-aturan dan regulasi pemenrintah. Pelaksana harus tahu apakah orang lain yang terlibat dalam implementasi kebijakan patuh dengan hukum.

c. Wewenang

sumber daya lain dalam implementasi adalah wewenang. Wewenang bervariasi dari program ke program dan memiliki berbagai bentuk seperti: mengeluarkan perintah kepada pejabat lain; menarik dana dari program, menyediakan dana, staf dan bantuan teknis kepada yuridiksi pemerintah yang lebih rendah, dll. Terkadang beberapa badan kekurangan wewenang untuk mengimplementasikan kebijakan dengan tepat. Karena kurangnya wewenang tersebut, maka pejabat membutuhkan koordinasi dengan pelaksana lain jika mereka ingin mengimplenmentasikan program dengan sukses.

d. Fasilitas

Fasilitas fisik juga sumber daya penting dalam implementasi. sumber daya sangat penting, tanpa sumber daya kebijakan tertulis tidak sama dengan kebijakan praktek ((Drs. AG Subarsono Msi,MA, Analisis Kebiajkan Publik(Konsep, Teori, dan Aplikasi), Pustaka Pelajar, 2005,hal 87)

3. Karakter (disposisi)

Karakter atau sikap pelaksana (implementator) adalah faktor penting ketiga dalam pendekatan terhadap studi implementasi kebijakan publik. Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pembahasan disposisi:

a. Dampak disposisi

b. Menyusun staf birokrasi

c. Insentif

(Drs. AG Subarsono Msi,MA, Analisis Kebiajkan Publik(Konsep, Teori, dan Aplikasi), Pustaka Pelajar, 2005,hal 87)

4. Struktur birokratif

Implementasi dapat terganggu akibat kekurangan dalam struktur birokratif. Para pelaksana kebijakan dapat mengetahui apa yang dilakukan dan memiliki keiginan dan sumber daya yang cukup untuk melakukannya, tetapi mereka masih memiliki hambatan implementasi oleh struktur iorganisasi tempat mereka bekerja. ((Drs. AG Subarsono Msi,MA, Analisis Kebiajkan Publik(Konsep, Teori, dan Aplikasi), Pustaka Pelajar, 2005,hal 87)

Dari proposisi diatas maka ditemukan hubungan asismetris dimana satu variabel mempengaruhi variabel lain yaittu Hubungan Asimetris dan Variabel, Hubungan disposis dan respon, Ciri individu dan tingkah laku.

MULUT itu PERLU dijaga BAHHH


Terkadang kesal juga lama lama, bercandaan seperti ini tidak masuk akal
sudah besar, dewasa, tapi perkataan nya masih seperti orang yang baru belajar kata kata yang baik dan gak baik.
Kalau ngomong itu perlu lah dijaga, lihatlah situasi, lihatlah perasaaan orang yang kita omongin, ehhh,,, nyesal kali pun aku jadi nya kalo begini,
kalau kau tanya kondisi ku saat ini, bukan aku kok yang menginginkan nya, kalau mau kau tanya kenapa kau begini?' bukan aku kok yang mau. Tapi,, aku dah berusaha kok menjadi yang terbaik, gak usah nilai diriku dengan kata kata mu yang gak seberapa itu,
Bloggisicious, aku gak tau lagi mau bilang apa, otak ku udah terlalu letih untuk memikirkan semua ini, apa lah coba? gak bisa ngerti orang sekeliling dengan keadaaan ku saat ini
pas nulis ini lagu dmasiv pun tiba tiba ku play
Apa salahku?
G D/F# Em A

D A/C# Bm A
apa salahku kau buat begini
G D/F# Em A
kau tarik ulur hatiku hingga sakit yang kurasa
D A/C# Bm A
apa memang ini yang kamu inginkan
G D/F# Em A
tak ada sedikitpun niat serius kepadaku

G F#m
katakan yang sebenarnya
Em A
jangan mau tak mau seperti ini

chorus:
G F#m
akhirnya kini aku mengerti
Em A D D7
apa yang ada di pikiranmu slama ini
G F#m B
kau hanya ingin permainkan perasaanku
Em A
tak ada hati tak ada cinta

D A/C# Bm A
apa memang ini yang kamu inginkan
G D/F# Em A
tak ada sedikitpun niat serius kepadaku

G F#m
katakan yang sebenarnya
Em A
jangan mau tak mau seperti ini

chorus:
G F#m
akhirnya kini aku mengerti
Em A D D7
apa yang ada di pikiranmu slama ini
G F#m B
kau hanya ingin permainkan perasaanku
Em A
tak ada hati tak ada cinta

G F#m Em F#m-G A

chorus:
G F#m
akhirnya kini aku mengerti
Em A D D7
apa yang ada di pikiranmu slama ini
G F#m B
kau hanya ingin permainkan perasaanku
Em A
tak ada hati tak ada cinta

G F#m
akhirnya kini aku mengerti
Em A D D7
apa yang ada di pikiranmu slama ini
G F#m B
kau hanya ingin permainkan perasaanku
Em A
tak ada hati tak ada cinta

D
apa salahku

ahhh, lagu ini, nambah memunculkan sifar melankolis ku,, uaragahaha

kalau teriak katanya bisa melepaskan setiap penat, aku mau lah berteriakkk

Minggu, 24 Oktober 2010

Tugas Menumpuk, Keterbelakangan Dana, werrgrhrrrhrgrhr


hoii,,hoiii,,,, kabar sukacita saudara,, My laptop have fixed
hehhehe
Laptop sudah bagus loh,, katanya sihh MOTHERBOARD nya kannn rusakk...... untung ajah masih garansi jadi i shouldn't pay it, karena akhir akhir ini saya mengalami keterbelakangan dana, dan jangan ajah sampai keterbelakangan dana. HuhUhUhuHuHU
DAMNNNNNNNN
tugas kuliahh sudah sangat menumpuk, mulai dari tugas keuangan negara, analsis dampak sosial, administrasi pembangunan ditambah lagy proposal MPA yang belum jelas.
pusing, bingung
ditambah lagy dengan orang orang yang anehh, weird and apalah itu kata kata yang tidak bisa saya jelaskan,,,,,,,,
emosi jiwa, jiwa yang semakin emosii dan semuanya lahh
hanya sebuah kata yang bisa terus membuat akuu mengerjakan nya semua
SEMANGAT
harus semangattt
dan
HPDT
JUST IT
so lets do it one by one, and for next month, i must study to management my money and my time
okee
smangatt samuelll

Kamis, 21 Oktober 2010

Alangkah Lucunya Negri Ini

Morninggg,,,, sebelum menulis mau sapa teman teman smua dulu
hoamamma
pagy ini kuawali dengan nasi uduk +sosis dan tempe + capuucino
lumayan untuk menambah semangat buat pagy ini
Semalam kebetulan nonton bareg tman sekostan,, terlintas dipikiran untuk nonton alangkah lucunya negri ini
Film yang keren banget, membuat sesuatu terlintas dipikiran saya, wahhh PENDIDIKAN PENTING ATAU GAK?
ada yang bilang penting ketika mereka dapat mengaplikasikan pendidikan yang mereka dapat lewat sebuah pekerjaan yang menghasilkan uang pastinya
tetapi ada yang bilang tidak penting ketika melihat kenyataan seseorang yang tidak dilatar belakangi pendidikan sarjana atau bahkan lebih dari satu mampu jadi PRESIDEN, yang tamatan SD mampu jadi pengusaha besar dan busines man.
Actually what is the important things that we can get from the education?
Itu yang seringkali membuat orang beranggapan bahwa pendidikan itu penting atau gak
Tentunya seorang mahasiswa pasti saya adadipihak bahwa pendidikan itu penting
betapagak? bukan hanya sekedar untuk mendapat gelar dan gengsi ketika orang bertanya lulusan apa? tetapi lebih ke esensi bahwa pendidikan mampu membawa kita dari LINGKARAN SETAN KEMISKINAN. Tapi, bagaimana dengan mereka yang telah tamat sarjana manajemen,sarjana pendidikan menjadi tukang ojek? atau hanya menjadi sampah masyarakat
Alangkah lucunya negri ini sangat memberikan inspiratif bagi mereka mereka yang beranggapan bahwa pendidikan itu tidak penting.
Sebaba pendidikan membuat kita sebagai orang yag bertangggung jawab akan apa yang telah kita dapatkan. Tetapi adakah semua orang berpinididkan selalau bertanggung jawab akan apa yang telah mereka dapatkan? Kalau melihat kondisi saat ini, saya berani mengatakan tidak, sebaba melihat realita yang ada bahwa KORUPTOR juga merupakan orang berpendidikan. Jadi semua bermuara pada MORAL, PENDIDIKAN PENTING, tetapi ORANG YANG BERPENDIDIKAN TAPI TAK PUNYA MORAL DAN TANGGUNG JAWAB ITULAH YANG TAK PENTING

Rabu, 06 Oktober 2010

Tenang,, Tenanggg, Tenangggg, Masalah bisadiselesaikan

Teman,,,
Entah kenapa gusar yang kurasakan hari ini,,
mulai dari ibu kost yang mulai bertingkahhh,
Masalah Management Keuangan ku
sampai masalah les,,,,,,
Ku mulai dari masalah Ibu kost yang mulai bertingkah
Hm sebenarnya kalo saya mengajukan dia ke Pengadilan bisa ajah sih
"ahh lebay"
hahah
Perjanjian antara aku dan dia bahwa uang yang sisa dapat dibayar kapan ajah
eh rupaanya pagi pagy dia datang, dengan muka tak bersalah, bilang"saya gak bisa nunggu bulan depan, saya mau skarang, soalnya saya mau buka usaha"
hey,
saya jantungan sumpah disitu,, untung ajah , Yah sudah lah ambil dari atm 300 ribu, dari pada saya harus berantam karena masalah sepele, tapi tolonglah , gak usah didepan umum dibilang bah
Masalah Management Keuangan yang selalu menjadi masalah,, walalwlalaawlwla,, hahaha, sudahlah, bahas yang satu ini tak akan ada habis habisnya bah
Harus kerja dulu kali saya baru bisa manajemen uang yang baik
Di lessss,,,, wahh cuma dapat rank +sensor+ malu saya,, hahahahaha,
sudah lah jauh jauh dari layo
ehhh cuman dapat segitu
tapi yah harus bersyukurlahhh
Oh yah,
aku lagy ngajuin beasiswa palcomtech dan otorita asahan
semoga ajah diterima
AMIN
yah sudahlah,,,, seperti nya saya harus menenangkan diri duluuu